Surat Rekomendasi IMADIKLUS dalam Pertemuan Kolegial PLS di Semarang

Assalamuâ„¢alaikum Wr. Wb. Teriring salam dan doâ„¢a kami sampaikan, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan senantiasa selalu sukses dalam m...

Profil PKBM Sindang Barang Jero (Lab Site PLS UIKA Bogor)
IT1 IMADIKLUS UM 2016: Berawal dan Berakhir

Assalamuâ„¢alaikum Wr. Wb.

Teriring salam dan doâ„¢a kami sampaikan, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan senantiasa selalu sukses dalam menjalankan aktivitas keseharian. Amien.

Berawal dari kegelisahan atas semakin banyaknya pemberitaan yang simpang siur tentang dunia ke-PLS-an, serta keinginan turut serta   memberikan sedikit sumbangsih pemikiran dengan momentum Pertemuan Kolega PLS yang sedang berlangsung ini, maka izinkan kami mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Se-Indonesia yang berhimpun dalam sebuah Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah dapat memberikan masukan dan harapan kepada para penggiat dunia PLS saat ini.

Agent of change, agent of social control dan iron stock adalah tiga gelar yang kerap diberikan kepada mahasiswa, tidak terkecuali untuk mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah, melihat dari tiga gelar tersebut sebenarnya ada sebuah beban yang diberikan kepada kami sebagai mahasiswa, (dalam pembahasan ini adalah mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah).

Gelar agent of change atau generasi pengganti menjadi sebuah pertanyaan bagi kami, karena apakah kami siap untuk menggantikan bapak/ibu yang telah menjadi penggiat PLS dengan kompetensi kami yang kami sadari saat ini sangatlah jauh dari kesiapan untuk menghadapi itu semua. Agent of social control juga tidak dapat kami lakukan ketika berbagai permasalahan di dunia ke-PLS-an tidaklah kami ketahui dengan pasti, bahkan terkesan kami dijauhkan dari hal itu, dan ketika kami disiapkan sebagai Iron Stock, maka kami merasa bahwa hal ini sudahlah menjadi banyak pertanyaan akan dikemanakan lulusan dari jurusan/ prodi PLS.

Beranjak dari hal tersebut, maka kami mencoba untuk memaparkan apa yang kami temukan serta rasakan sebagai mahasiswa yang menempuh jalur formal untuk belajar Pendidikan Non Formal ini,.

Banyak yang melihat dan memprediksi masa depan yang akan kami hadapi adalah buruk dengan tidak adanya kejelasan kompetensi yang kami miliki dan pekerjaan apa yang akan sesuai dengan kompetensi kami tersebut. Walaupun dalam UU Sisdiknas sudah dijelaskan tentang cakupan dalam Pendidikan Non Formal, akan tetapi yang terlihat seperti kami tidak memiliki kemampuan yang mendalam dalam cakupan tersebut dan juga ditambah dengan tidak ada bargaining position dengan stakeholder yang mengurusi bidang-bidang Pendidikan Non Formal tersebut. Akhirnya timbul sebuah kesan bahwa kami harus mengetahui semua teori, namun tidak dibarengi dengan pendalaman yang terstruktur. Sehingga kami yang harus mencari tahu apa yang bisa kami lakukan tanpa ada kejelasan tentang apa yang seharusnya kami lakukan.

Berbagai isu, baik tentang dunia Pendidikan Non Formal dan tentang jurusan/prodi Pendidikan Luar Sekolah kerap membuat kami merasa didiskriminasikan dan kebingungan, seperti dengan berubahnya nama Ditjen Pendidikan Luar Sekolah yang menjadi Ditjen Pendidikan Non Formal dan Informal serta ada berita terbaru bahwa menjadi Ditjen PAUDPNFI kerap membuat bingung kami, adanya isu pembubaran jurusan/prodi Pendidikan Luar Sekolah, pergantian nama menjadi jurusan/ prodi Pendidikan Non Formal, bahkan ada yang mendapatkan isu bahwa di pulau Jawa jurusan/prodi PLS sudah berganti nama menjadi jurusan sosiologi pendidikan, dan yang sangat kami sayangkan adalah banyak yang berbicara tersebut adalah orang-orang yang seharusnya mengayomi kami dan yang memegang kebijakan tentang permasalahan pendidikan, dan hal ini terjadi terus menerus secara nasional tanpa ada penjelasan yang memadai dari pihak yang berwenang sehingga menimbulkan efek kejenuhan bagi kami mendengarnya.

Yang sudah menjadi kebiasaan turun temurun adalah sebutan untuk orang-orang yang memilih jurusan/prodi PLS adalah karena “tercebur . Hal ini jika tidak menjadi perhatian maka akan menjadi permasalahan yang cukup serius tentang perkembangan SDM dalam dunia PLS. Yang membuat hal ini menjadi wajar adalah karena masih kurang terpublikasinya PLS dalam bentuk program, maupun jurusannya, sehingga para calon mahasiswa yang memilih jurusan ini tidak mengetahui sama sekali tentang jurusan ini, sehingga mereka kurang motivasi dalam menjalani perkuliahan serta akhirnya menghasilkan output yang asal-asalan juga.

Melihat dari beberapa permasalahan yang kami anggap saat ini adalah hal yang perlu diprioritaskan oleh bapak/ibu kajur sebagai pemegang kebijakan dalam jurusan. Maka kami sebagai mahasiswa memohon agar :

  1. Perlu adanya kejelasan tentang apa kompetensi dan profesi lulusan jurusan/prodi Pendidikan Luar Sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan di tiap-tiap daerah tempat Universitas berdomisili.
  2. Adanya peningkatan mutu pendidikan dengan revitalisasi dosen.
  3. Pembangunan Lab site PLS baik yang di masyarakat maupun di instasi-instasi terkait di tiap-tiap Universitas haruslah menjadi sebuah prioritas untuk pengembangan keilmuan PLS dan pengembangan jaringan.
  4. Perlu adanya publikasi isu-isu yang terkait dengan dunia ke-PLS-an sehingga tidak menimbulkan kebingungan terhadap mahasiswa PLS.
  5. Perlu adanya penyaringan yang ketat dalam penerimaan mahasiswa baru dengan kualifikasi tertentu.
  6. Presentase antara teori dengan praktek haruslah seimbang atau minimal menjadi 60% teori dan 40% praktek.
  7. Adanya kerjasama antara jurusan dengan mahasiswa dalam mempublikasikan jurusan/prodi PLS.

Demikian harapan dan masukan dari kami agar menjadi bahan pertimbangan bagi bapak/ibu peserta pertemuan kolega PLS, semoga ini bukanlah dilihat sebagai tuntutan, tapi dilihat sebagai bukti bahwa kami juga memperhatikan dan menginginkan yang terbaik bagi jurusan/prodi ini.

Adapun dalam menyelesaikan permasalahan dan menggapai harapan tersebut, kami selaku mahasiswa selalu siap sedia untuk turut bermitra agar terjadi pembaharuan yang positif bagi jurusan/prodi PLS ini.

Terimakasih atas perhatian dari bapak/ibu, semoga dalam pertemuan ini akan menghasilkan yang terbaik bagi semuanya.

Billahittaufiq wal hidayah

Wassalamuâ„¢alaikum Wr. Wb .


COMMENTS

WORDPRESS: 1
  • comment-avatar

    […] More here: Surat Rekomendasi IMADIKLUS dalam Pertemuan Kolegial PLS di … […]