Teknik identifikasi kebutuhan dan sumber belajar Pendidikan Luar Sekolah

0
Dibaca 8.119

A. OBSERVASI

PENGERTIAN

Usaha pengamatan yang dapat dianggap merupakan salah satu cara penelitian yang paling sesuai bgi para ilmuan dalam bidang ilmu-ilmu sosial.

  1. TUJUAN UTAMA OBSERVASI
  • Tujuan utama observasi adalah mengamatai tingkah laku manusia sebagai peristiwa actual, yang memungkinkan kita memandang tingkah laku sebagai proses.
  • Tujuan kedua dari observasi adalah untuk menyajikan kemabali gambaran-gambaran kehidupan social, kemudian dapat diperoleh cara-cara lain.
  • Observasi memberikan kesempatan bagi peneliti untuk menangkap keadaan (setting penelitian dan melihat jenis permasalah )
  • observasi memberi petunjuk baru bagi pengamat social yang mendapatkan informasi penting untuk membentuk alat
  1. TIPE-TIPE OBSERVASI
  • Observasi Partisipan
  • Observasi Nonpartisipan

B. WAWANCARA

  1. Pengertian

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak yaitu  pewawancara dan yang diwawancarai.

Menurut Lincoln dan Cuba (1985:266), maksud mengadakan wawancara antara lain:

  • Mengkontruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian, dan lain-lain.
  • Merekontruksi kebulatan-kebulatan demikian sebagai yang dialami masa lalu.
  • Memproyeksikan kebulatan-kebulatan sebagai yang telah diharapkan untuk dialami pada mas yang akan datang.
  • Memverifikasi, mengubah, memperluas informasi yang diperoleh dari oang lain, baik manusia maupun bukan manusia.
  • Memverivikasi, mengubah dan memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh peneliti sebagai pengecekan anggota.

Ciri Khas Wawancara

A. Informasi dicatat Peneliti

B. Hubungan antara Pewawancara dan yang diwawancarai diatur dalam cara khusus

C. Keluwesan yang dapat dipertimbangkan dalam format wawancara

D. Pertanyaan dan Jawaban Verbal

Jenis – jenis Wawancara

  • Menurut Patton :
  1. Wawancara pembicaraan informal
  2. Pendekatan menggunakan petunjuk umum wawancara
  3. Wawancara baku terbuka

Persiapan dan sikap dalam wawancara

  • Mencari informan pangkal untuk di wawancara
  • Menyeleksi sejumlah responden untuk di wawancara
  • Mengadakan janji pertemuan dengan informan atau responden untuk di wawancara
  • Pada permulaan, peneliti harus memperkenalkan diri serta lembaga atau badan yang menugaskannya tentang maksud untuk wawancara
  • Dalam wawancara peneliti sebaiknya mengambil peranan sebagai seorang yang ingin tahu dan ingin belajar dari si informan
  • Peneliti sebaiknya selalu menunjukkan perhatian sepenuhnya terhadap pokok yang dibicarakan
  • Peneliti sebaiknya mencoba untuk merasakan pertanyaan – pertanyaan apakah yang rupanya di tolak oleh responden
  • Peneliti harus mendengarkan dengan penuh perhatian segala hal yang diceritakan responden juga keterangan yang mungkin tidak di perlukan

Bentuk – bentuk pertanyaan

  • Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman atau perilaku
  • Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat atau nilai
  • Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan
  • Pertanyaan tentang pengetahuan
  • Pertanyaan yang berkaitan dengan indera
  • Pertanyaan yang berkaitan dengan latar belakang atau demografi

Strategi dan taktik berwawancara

  • Kadang – kadang yang diwawancarai itu agak sukar. Wawancara mempunyai keunikan yang menguntungkan, yaitu tidak memerlukan kesimpulan, tetapi memerlukan kelanjutan. Usahakan jangan mengecewakan yang diwawancarai.
  • Usahakan agar akhirnya meningkatkan kesan yang baik sekali setelah mengadakan wawancara sehingga tetap akan dikenang oleh responden, dan ia akan menghubungi peneliti apabila ia tidak sibuk dengan pekerjaannya.
  • Pewawancara hendaknya merencanakan taktik sehubungan dengan lamanya waktu wawancara yang tersedia.
  • Jika dipandang perlu, wawancara ditunda untuk waktu yang akan datang sehingga baik pewawancara maupun yang diwawancarai sudah menjadi segar kembali.
  • ( James A. Black & Dean J. Champion, 1992 : 149 )

Pencatatan data wawancara

Pencatatan dari data wawancara dapat dilakukan :

  • Pencatatan langsung
  • Pencatatan dari ingatan
  • Pencatatan dengan alat recording
  • Pencatatan dengan field rating
  • Pencatatan dengan field coding
  1. Kekurangan dan kelebihan wawancara

a. Kelebihan Wawancara

  • Dapat digunakan oleh peneliti untuk lebih cepat memperoleh informasi yang dibutuhkan.
  • Lebih meyakinkan peneliti bahwa responden menafsirkan pertanyaan dengan benar.
  • Seperti yang telah sering disinggung, besar kemungkinan keluwesan dalam proses pengajuan pertanyaan
  • Banyak pengendalian yang dapat dilatih dalam konteks pertanyaan diajukan dan jawaban yang diberikan
  • Informaasi dapat lebih siap dipersiksa  kesahihannya atas dasar isyarat nonvernal responden

b. Kekurangan Wawancara

  1. Kesahihan Respons Verbal
    1. Keragaman
    2. Keragaman antar pewawancara
    3. Variasi-variasi yang tercakup untuk konteks wawancara
    4. Waktu Pencatatan informasi

C. KUESIONER

Fungsi Kuesioner
Ada dua fungsi yakni :

  • Deskripsi

informasi yang didapatkan bisa memberikan gambaran tentang beberapa ciri individu, atau kelompok, misalnya jenis kelamin, usia, tahun pendidikan, pekerjaan dll

  • Ukuran

Suatu fungsi utama hanya lainnya dari kuesioner adalah ukuran dari variabel individu atau kelompok

  1. Tipe kuesioner
    1. Tipe respons yang diminta :
  • Kuesioner Respons yang ditentukan

Kuesioner respons yang ditentukan  mengandung sejumlah  soal (pernyataan atau pertanyaan)  piliha yang ditentukan

  •  Kuesioner Terbuka

Kuesioner Terbuka ditandai oleh sejumlah pertanyaan jawaban pendek atau panjang dari para   responden

b. Tipe penyebaran kuesioner

1) Koesioner yang dipoposkan

Metode ini hanya berupa mempoposkan suatu kuesioner dari jauh kepada sejumlah  subyek yang telah ditunjuk sebelumnya .

2) Pemberian kuesioner tatap muka

Untuk memeriksa kuesiner agar mengisinya di hadapan peneliti atau para asistenya

  1. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat balasan

a) Panjang kuesioner

Satu keakinan umum , bahwa koesioner yang lebih pendek akan   dikembalikan atau  diisi lebih sering dari pada koesioner yang panajang .

b)  Isi koesioer

Suatu kuesioner yang meminta para responden pribadi mereka .

c)  Keanoniman

Satu anggapn umum lainnya adalah bahwa orang lebih mungkin membalas suatu koesioner sejauh keanoniman mereka terpelihara atau terjamin .

d) Beberapa factor lain

Faktor seperti tipe prangko yang digunakan ( misalnya, materai, cap pribadi,pengiriman khusus , dan sebagainya ) .

  1. Penggunaan kuesioner

Koesioner digunakan dalam suatu penelitihan, maka ada dua langkah ang dianjukan untuk diambil . Langkah pertama adalah mengadakan suatu diskusi dengan sarjana lain atau pejabat yang mempunyai perhatian terhadap proyek – penelitian itu . Maksudna diskusi itu adalah untuk mendapatkan saran mereka untuk lebih menyempurnakan kuesionernya. Langkah kedua adalah melakukan suatu usaha percobaan dengan menggunakan kuesioner tadi . Maksudnya untuk mengetahui apakah tiap-tiap pertanyaan didalam koesioner itu mudah dapat dipahami oleh responden .

D. DOKUMENTASI

  1. Pengertian

Dokumentsi merupakan sumber data yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Data dikumpulkan untuk tujuan ilmiah yang tidak terikat konteks ruang dan waktu sebagai mana data yang mula-mula dikumpulkan

  1. Jenis – jenis dokumentasi
  2. Dokumen pribadi

adalah catatan atau karangan seseorang secara tertulis tentang tindakan, pengalaman, dan kepercayaannya .Diantara berbagai macam doumen pribadi yang dibahas tiga buah adalah buku harian , surat pribadi , dan autobiografi

  1. Dokumen Resmi .

Dokumen resmi terbagi atas okumen internal dan dokumen eksternal . Dokumen internal berupa memo, pengumuman ,intruksi, aturan suatu lembaga masyarakat tertentu yang digunakan dalam kalangan sendiri.

  1. Kajian isi

Untuk memanfaatkan dokumen yang padat. Isi biasanya digunakan tehnik tertentu, tehnik yang paling umum digunakan ialah content, analisis, atau dinamakan kajian isi

  1. Keuntungan dan kerugian dokumentasi

a. Keuntungan .

Cara untuk memperluas pengetahuan ilmiah secara efesien dan   keingintahuan intelektual dari pada mengunakan informasi yang sudah ada . Informasi darri beberapa lingkungan kebudayaan diuji kebenarannya . Meskipun beberapa hambatan menghadang perolehan data yang sesuai dengan basis lintas budaya , namun penggunaan sumber sekunder tidak bias diabaikan .

b. Kerugian .

Data tidak sesuai dengan ketegori dan klasifikasi yang dimimpikannya dimana beberapa variabel penting dihilangkan atau tidak dicatat cara yang mendukung kegunaanya sebagai data dan sebagainya , bias menimbulkan kesangsian ang serius tentang semua kebaikan sumber

Oleh
Gita Amanda dan Kelompok 4
PLS UNESA

Tinggalkan Balasan