TIPE-TIPE KELOMPOK SOSIAL (dalam MK Sosiologi UM)

3
Dibaca 134.272

TIPE-TIPE KELOMPOK SOSIAL

 1.        Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok Sosial

Tipe-tipe kelompok sosial dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut atau atas dasar berbagai kriteria ukuran. Georg Simmel, mengambil ukuran besar-kecilnya jumlah anggota kelompok, bagaimana individu mempengaruhi kelompoknya serta interaksi sosial dalam kelompok tersebut. Analisis dikembangkan lebih jauh oleh Leopold vonn Wiese dan Howard Becker, ukuran lain yang diambil atas dasar derajat interaksi sosial dalam kelompok sosial tersebut, kepentingan dan wilayah, klasifikasi atas dasar ukuran derajat organisasi.

 2.        Kelompok Sosial Dipandang dari Sudut Individu

Seseorang warga masyarakat yang masih bersahaja susunannya, secara relatif menjadi anggota pula dari kelompok-kelompok kecil lain secara terbatas. Kelompok sosial biasanya adalah atas dasar kekerabatan, usia, seks, dan kadang-kadang atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan. Keanggotaan masing-masing kelompok sosial memberikan kedudukan atau prestise tertentu yang sesuai dengan adat istiadat dan lembaga kemasyarakatan di dalam masyarakat. Namun, yang penting adalah bahwa keanggotaan pada kelompok sosial tidak selalu bersifat sukarela.

Terdapat derajat tertentu serta arti tertentu bagi individu-individu sehubungan dengan kenggotaan kelompok sosial yang tertentu sehingga bagi individu  terdapat dorongan-dorongan tertentu pula sebagai anggota kelompok sosial. Ukuran lain bagi individu adalah bahwa dia merasa lebih tertarik  pada kelompok-kelompok sosial yang dekat dengan kehidupan seperti keluarga, kelompok kekerabatan, daripada dengan suatu perusahaan besar atau Negara. Harus diingat pada konsep-konsep dan sikap-sikap individu terhadap kelompok sosial sebagai kenyataan subjektif yang penting untuk memahami gejala kolektivitas.

Segala sesuatu yang dikemukakan Cooley untuk kelompok primer. Kelompok sekunder adalah kelompok-kelompok besar yang terdiri dari banyak orang, yang sifat hubungannya tidak  berdasarkan pengenalan secara pribadi dan juga tidak langgeng. Contohnya hubungan kontrak jual beli.

Disusun Oleh :

  Evin Dwi Hananing                     (108141410049)

Dian Nur Anggraini                     (108141410055)

Guntur Tri Cahyono                   (108141415274)

Duorina Grace                                (208141415780)

Moh. Hendy Feriskha                 (208141415781)

PLS-UM

2009

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here