TUMBUH KEMBANG ANAK DIPANDAN DARI SEGI PERKEMBANGAN DAN PENDIDIKAN

TUMBUH KEMBANG ANAK DIPANDAN DARI SEGI PERKEMBANGAN DAN PENDIDIKAN   A.         PEMENUHAN KEBUTUHAN ANAK Secara umum diketahui bahwa dalam perkembanga...

Membenahi BPD untuk Memperkuat Desa
YOU CHANGE MY WORLD

TUMBUH KEMBANG ANAK DIPANDAN DARI SEGI PERKEMBANGAN DAN PENDIDIKAN

 

  1. A.         PEMENUHAN KEBUTUHAN ANAK

Secara umum diketahui bahwa dalam perkembangan anak perlu dipenuhi berbagai kebutuhan, yaitu kebutuhan primer, pangan, sandang, dan perumahan serta kasih saying, prhatian, penghargaan terhadap dirinya dan peluang mengaktualisasikan dirinya.

  1. B.           KEBUTUHAN JASMANIA BIOLOGIS

Organism perlu makan, minum, dan juga pakaian yang cukup agar ia mersa bahwa “yang pokok dalam hidup ini telah terpenuhi.

  1. C.           RASA AMAN TERJAMIN (SECURITY AND SAFETY )

Manusia hidup dengan berusaha, usaha merupakan penjelajahan dunia sekitarnya. Dunia rasanya terbuka baginya, tetapi kesemuanya itu, unutuk menjelajahi daerah yang tidak dikenalnya, ia harus merasa dirinya aman dan terjamin.

  1. D.         PENJELMAAN DIRI ( SELF ACTUALIZATION )

Dalam perkembangan anak perlu dipenuhi berbagai kebutuhan yaitu kebuthan primer, kasih saying, perhatian, penghargaan terhadap dirinya dan peluang mengaktualisasikan diri. Sebagai mana organism ditentukan secara alamiah oleh sifat sifat keturunan dan cirri cirri unik yang di bawah sejak lahir, perkembangan organism itu ditentukan oleh cara cara interaksi dengan lingkungan, yaitu melalui pendekatan pendekatan yang sifatnya menberikan perhatian, kasih sayang dan peluang mengaktualisasikan diari.

  1. E.           TUMBUH KEMBANG ANAK

Untuk dapat memberikan perlakuan pendidikan yang sesuai dengan tuntuan kebutuhan tumbuh kembang, perlu di pahami cirri-ciri fase perkembangan.   Ada tiga fase perkembangan, progresif (0-20 th ) masa stabil (21- 70) dan masa regresif (71 ke atas).

Adapun masa kritis yang di lalui manusia, masa kritis pertama terjadi pada umur kurang lebih 3-5 tahun, di mana terjadi masa keras kepala. Masa kritis kedua terjadi pada usaia remaja, yaitu pada umur kurang lebih 14-18 tahun di masa ini terjadi gejolak kehidupan emosianal dan konfrontasi   dari keinginan untuk bebas   mandiri pada suatu pihak , dan pada pihak lain. Masa kritis ke tiga ialah bila seorang merasa menjadi tua, tetapi tidak ingin menjadi tua.

Masa progresif ditandai oleh cirri keinginan untuk maju dan perubahan dalam arti fisik dan mental yang cukup berarti. Dalam arti mental, menurut Piaget seseorang mengalami perkembangan sebagai berikut:

                                          i.                       MASA BAYI ; 0,O TAHUN 2,0 TAHUN

Masa bayi yang di sebut juga masa vital merupakan latihan latihan dari fungsi jamaniah yang makin lama makin teratur: makan, tidur, buang air dan sebagainya. Ini merupakan latihan huluan kea rah kebiasaan hidup teratur. Pada masa ini anak menemukan kemampuan berbahasa.

Usia sekolah 6 12 tahun adalah usia yangadi tandai oleh tahap perkembangan operasional kongkrit. Anak pada masa ini harus belajar, namun seringkali pengetahauan yang di berikan itu adalah pengetahuan yang bersifat memoriasisasi dan kemampuan lain yang memiliki kadar mental rendah.

                                      ii.                       MASA PRA SEKOLAH ; 2,0 5,0 TAHUN

Masa ini di katakn masa kritis pertama dalam grafik kehidupan seseorang, dapat dilaluinya dengan baik, maka perkembangan sosial yang ditandai oleh keinginan sendiri dan alam khayalnya, yaitu kehidupan fantasinya, akan berkembang dengan sehat, sehingga akhirnya dia siap untuk memasuki dunia sekolah.

                                  iii.                       MASA SEKOLAH ( SCHOOL AGE) ; 6,0 12,0 TAHUN

Masa ini di sebut juga masa intelek karena peningkatan kemampuan   untuk berfikir rasional sanat nyata dan   dank arena ia gemar belajar. Ia mulai mengerti apa yang benar dan apa yang salah kata haitnya mulai berkembang. Di sini pengaruh lingkungan terhadap perkembangan moral anak sangat signifikan. Penyesuaian anak pada norma- norma yang berlaku di masyarakat, terutama dalam lingkungan keluarga dan dalam lingkungan sekolah pada umumnya mulai menampakkan diri secara jelas.

                                  iv.                       MASA PRE ADOLESCENCE: 12,0 17,0 TAHUN DAN MASA ADOLESCENCE: 18,0 20,0 TAHUN

Dalam masa ini masa remaja menjelajahi   dunia pergaulan seluas luasnya, dengan cara dan petunjuk yang di dapat dari orang tuanya yang kemidian di kembangkannya sendiri. Orangtua pada saat ini seharusnya harus banyak berusaha mengadakan meeting of minds dengan putranya untuk dapat menyelami pertengtangan batin dan keragu-raguannya. Sangatlah bergantung pada lingkungan keluarga, sejauh mana manusia dapat mewujudkan dirinya ditunjang oleh keteladanan realisasi norma ideal yang menghidupi suasana kehidupan keluarga itu.

                                      v.                       MASA PRA REMAJA: 11 13 TAHUN

Dalam masa ini anak akan makin pandai mengendalikan dan mengrmudikan badanya sendiri. Ia makin banyak berkawan dengan teman sebayanya, memilih kelomoknya dan mengerti tentangsikap yang cocok baginya. Ia sudah mulai berdiri sendiri ( independent ) dan paham akan arti sifat ekonomis, yang menguntungkan dan merugikan. Masa ini juga disebut juga masa intelek, karena apa yang benar dan apa yang salah dalam “ kata hatinya “ mulai berkembang.

                                  vi.                       MASA REMAJA: 14 18 TAHUN

Pada masa ini remaja berupaya melepaskan dirinya dari orangtuanya. Ini terjadi karena ia bermaksud untuk menemukan indentitasnya egonya untuk mencapai individualitas yang mantap. Masa ini tidak memiliki tempat jelas dalam perkembangan: remaja tidak termasuk kelompok orang dewasa, tetapi tidak juga disebut anak. Ia berada dalam status interim sebagai akibat dari posisi tersebut.

                              vii.                       MASA PERALIHAN

Pada masa ini remaja sedang mencari indentitasnya; siapa dia itu, apa yang menjadi tujuan hidupnya, apa yang di harapkan dari dirinyadan bagai mana ia mereflesikannya untuk dapat memaikan peranannya secara mantap. Kendala utama dalam arti ekonomis ialah bahwa ia belum mampu mencapai kemandirian, meskipun emansipasi tersebut merupakan aspek pembentukan identitas yang sangat penting dalam perkembanganyadan menjadikan ia tumbuh menjadi berkembanga dan berprilaku wajar sehingga di sebut sehat mental.

v   IMPLIKASI

Dalam melaksanakan implikasi pedagogis pada cirri psikologis perkembangan anak didik,dikhendaki kominikasi yang efektif, yaitu suatu dialog dalam arti ketertiban emosiaonal, sosial dan mental yang menghasilkan pengalaman dua sisi.

Ada beberapa hal dalammelaksanakan hal itu :

  1. Kita harus mengidentifikasi kebutuhan dan pertanyaan yang harus di ajukan bila ada masalah, adalah sebagai berikut : “ Mau mu sesungguhnya apa ? “ Pertanyaan tersebut di ajukan untuk melihat kelubuk hatinya dan mengerti kemauannya dalam rangka memenuhi   kebutuhan apa dan mengapa ia berprilaku tertentu.
  2.  Secara detail di upayakan agar ia menggambarkan apa yang dikhendakinyadan membantu mengfokuskan diri terhadap apa yang mungkit dapat dicapai secara efektif.
  3.  Bila itu sudah terjadi , ditanyakan kembali : “ Apakah yang di lakukannya sesuai yang dilakukannyajadi anak dibantu untuk menilai sendiri perilakunya. Sekitar prilaku yang sekarang ini tak sesuai dengan sasaranya, di nyatakn kembali padanya; “ Apa yang rasanya lebih baik dari pada itu, ceritakan rencana mu ? Bila anak sudah menceritakan rencanya ditanyakan lagi; “ Apakah kamu berniat berusaha mencapai rencana mu itu ? “
  4. Pertanyaan di atas disertai bantuan untuk mencapai sasaran melalui   latihan keterampilanuntuk pembentukan perilaku tertentu. Bantuan tersebut merupakan pengalaman dua sisi. Artinya selain kita menghayati dan mencoba memahami perilakunya, kita mengarahkan anak menguasai dirnya ( control himself ) dalam mencapai sasaranya.

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0